Tampilkan postingan dengan label Puisi dan Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi dan Sastra. Tampilkan semua postingan

CaHaYa HaTiKu

Kala bintang menyinari malam
kala malam menemani hariku
gejolak hati ingin menyapa cahayamu
namun ku tak sanggup menyapamu….cahayaku
tak kau sadari ada yang menyayangimu
sepenuh hati, sepenuh jiwa ragaku
ku hanya ingin mencintaimu
walaupun tak bisa kumiliki
hariku, harimu membuatku jadi serasa hangat
ku tak ingin berpisah denganmu
ku tak ingin melukaimu
ku tak ingin menyakitimu
ku tak ingin kau bersedih
kau adalah cahaya hatiku
senja mulai

Maaf

maafkan jika…
tulusku membuatmu takut..
sayangku terlalu buatmu
semua yang terjadi hilang dalam sekejap
kadangku merindukanmu…
ku ingin memelukmu dan mengenggam dengan jiwaku
akankah ku menyerah dengan keadaanku sekarang
keadaanku yang selalu denga perasaan rasa bersalah..
maafkan jika ku curiga tentangmu….
maafkan jika ku selalu menyakitimu
satu hal tak ada niat tuk melakukan itu semua
satu hal yang aku pinta darimu…..
mengertilah dengan keadaanku yang kurang sempurna
karena [...]

Mencari Makna Cinta

Embun pagi telah mengering
Pancaran mentari membuat dedaunan menguning
Mataku tertegun menatap langit
Melepas hati yang terbelit

Kini ku bisa tersenyum
Melihat dunia penuh rasa kagum
Setelah kian lama hatiku menangis
Akan cinta yang kian terkikis

Kini ku bisa gembira
Manjalani hidup dengan orang-orang tercinta
Setelah jiwaku berduka
Merintih dan tersiksa

Aku bersyukur
Api cinta tak membuatku hancur
Kini ku ingin hidup kembali
Mencari makna cinta sejati

Cinta tak Berbalas

Ingin ku memilikimu
Ingin ku mendengarmu
Dan Ingin ku merasakan cintamu

tapi semua itu
hanya khayal waktu
Yang Membutakan mataku
Di tengah tengah kabut
Tipis , di atas laut

Hujan cerita tentangmu
Menjadi koleksi di telingaku
Bagai alunan melodi merdu
yang tak dapat pudar di makan waktu

Semua gambar dirimu
Menjadi bagian Wallpaper Hp-ku
yang setia ku pandang selalu
Tanpa memperdulikan mutu

"Aku"

Aku... hanyalah seorang anak manusia.. yang tersedak hening di tengah hempasan dimensi kehidupan.

Aku... hanyalah sebingkai raga berbentuk.. yang terarak sendu di antara hujatan angin masa.

Aku... hanyalah sebilah sukma kelabu.. yang menyayat halus tirai harmoni di dalam kebisuan bumi.

Aku... hanyalah sepenggal kata yang rapuh.. yang coba tuk merangkai letih di atas bait-bait rindu melodi jiwa.

Aku... hanyalah seonggok hampa yang mencoba tuk lukiskan angan di bawah derai naungan perasaan.

Aku... hanyalah aku.. yang slalu mencipta secercah gambaran hakikat diriku.

Ya, itulah aku... yang selalu terpaung riuh, mendulang arakan rinai beribu pertanyaan.

Apakah tujuan dan arti hidupku yang sesungguhnya?

Diriku terus bertanya-tanya kepada hati kecilku...

Hingga akhirnya kini telah kutemukan satu tujuan pasti.. yang kan menyapu bersih segenap rona perjalanan hidupku dan takkan pernah lekang oleh waktu sekalipun...

Ya.... menggapai cinta sejatiku.... ^_^ ....

Puisi Untuk IBU

besar pengorbanan yg Engkau berikan
tak satu'pun langkah'mu yg tak berarti di hidupku
kau keluarkan semua tenaga'mu untuk melahirkan'ku
meski semua yg terbaik telah ku berikan pada'mu
itu semua tak akan bisa menggantikan semua

secoret kata ini, kutuliskan
betapa besar pengorbanan'mu untuk anak'mu
kini aku bisa memahami,
betapa berartinya diri'mu di dunia'ku

tak mampu aku membalas semua pengorbanan'mu
hanya menghormati dan memberi yg terbaik untuk'mu
meski tak besar,aku terus berusaha untuk bisa membuat diri'mu tersenyum melihat anak'mu

IBU terimakasih, kasih dan pengorbanan'mu akan terus aku ingat.

Rahasia kepribadian..

Rahasia kepribadian berdasarkan bulan lahir

>> Januari
biasanya memiliki kepribadian yang tenang, pendiam, dapat dipercaya, mandiri, teliti, pintar dalam mengatur keuangan dan berwibawa. namun dia kurang aktif dalam pergaulan, jalan hidupnya banyak dipengaruhi oleh orang disekitarnya ...
>> Februari
senang dipuji, keras hati, kadang tidak mau mengalah, manja, dan kemauannya ingin selalu dituruti, suka humor, sedikit mudah tersinggung dan sedikit pelupa, namun menghormati dan menghargai orang lain ..
>> Maret
biasanya pemalu dan tertutup, namun perkataannya jujur dan dapat dipercaya. dia juga baik hati dan mudah iba kepada orang yang membutuhkan pertolongan ...
>> April
cerdas, senang dipuji, keras kepala dan tidak suka diperintah, tidak pilih2 dalam berteman, termasuk pintar dalam mengatur keuangan ...
>> Mei
tindak tanduk dalam pekerjaan cukup hebat, selain memiliki selera tinggi, dia juga cerdas dan fokus pada kerjaan ...
>> Juni
romantis, suka menolong dan selalu ceria. namun sayang, sifat baiknya itu tidak ditunjang dengan pendiriannya yang kurang tegas ...
>> Juli
senang dipuji, setia kawan dan senang menolong sesama, cerdas dan pintar berbicara, tapi jika sedang marah, kata-katanya cenderung menusuk perasaan ..
>> Agustus
berpendirian, rajin dalam bekerja, memiliki kemampuan manajemen yang baik, sayang pada keluarga dan pintar dalam menjaga kesehatan diri ...
>> September
sedikit emosional, dapat dipercaya, baik hati terutama pada keluarga. dalam masalah keuangan temasuk orang yang royal ..
>> Oktober
memiliki tekad untuk maju, rajin, berjiwa besar, pintar bicara, tidak pelit dan cenderung boros apalagi untuk keluarga dan orang yang disukai. asiknya berteman dengannya, dia pintar menyenangkan hati orang lain ..
>> November
sabar, tekun dalam bekerja, terampil dan cekatan terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, pintar menyenangkan hati orang lain, baik hati dan royal bila menyangkut kesenangan bersama ...
>> Desember
berkepribadian keras, ulet, cekatan dalam bekerja, perkatannya terang-terangan, mudah percaya pada orang, kadang mau menang sendiri dan sedikit boros untuk hal-hal kecil ...

Sakit itu Indah...

Bagaimana rasanya tersakiti (lagi dan lagi)??

yg jelas ada suatu sensasi yg menjalar dengan cepat dan tegas dalam tiap duran darah..

saat janji tlah terucap..dan saat ternyata janji itu nyaris tak berarti…

apa yg bs dilakukan???

memaafkan kesalahan pertama??

sudah…..

memberi kesempatan kedua?

sudah…….

memaafkan kesalahan kedua??

sudah……

memberi kesempatan ketiga??

sudah……

lalu???

those’re enough 4 me…

why???

org yg bertanggung jawab ga akan melanggar komitmen yg ia ucapkan berkali2..

org yg punya perasaan ga akan ngelakuin kesalahan yg sama berulang kali..

kesempatan…dan kesempatan…lagi2 kesempatan..tanpa kesadaran dan kemauan untuk memperbaiki…

memberi kesempatan merupakan sebuah “kesakitan” tersendiri..

amat sangat tdk mudah memberi kesempatan..

ada rasa marah yg blm reda..

ada luka yg masih menganga..

ada bagian hati yg blm bs menerima..

ada rasa sakit yg masih menghunjam hati…

dan ternyata kesediaan memberi kesempatan itu hampir tak bernilai..

demi Tuhan dan segala ciptaan-Nya, aku tak pernah bermimpi untuk
pergi dari suatu bentuk kehidupan yg telah melekat dalam pautan hariku..

bukan..bukan aku yg ingin pergi..

tp org yg menyia2kan kesempatanlah yg memintaku pergi..

setelah itu semua menjadi kenyataan,aku kembali merasakan sebuah sensasi baru..

sakit..

terluka..

hancur,,,

dan ternyata ‘indah’ ya rasanya,,

‘mengharu biru’…

dan aku menikmatinya dengan segenap kemampuan yg aku punya..

tidak ada alasan untuk menyerah bila telah memutuskan….

AKU TAK ‘KAN BERHENTI MENCINTAIMU

Apa yang mesti kukatakan padamu saat Rindu menikam langit?

Ketika deru metropolitan tak lagi menyisakan arti

Dan temaram lampu jalan hanya menyinari kehampaan

Adalah kau, dindaku

yang melebur satu dalam sukmaku

mengalirkan kemuliaan cinta

pada sungai kasih yang engkau bentangkan

Di hatiku, yang mendambamu, dari detik ke detik

Jika saja gerimis malam ini tak segera usai

Aku akan tetap mengurainya satu demi satu

menjadi noktah-noktah kecil berwarna cemerlang

Lalu melukisnya dikanvas langit

menjadi gambaran wajahmu

Dengan ukiran bulan sebagai senyummu

Apa yang mesti kunyatakan padamu saat sunyi menyesak dada?

ketika kutangkap dan kudekap bayangmu di relung kamar

pada senja merah yang menggetarkan

Adalah kau dindaku,

Bunga mimpiku dari malam ke malam

yang memberi seribu makna dari kelembutan matamu

Sungguh, aku hanya punya cinta sederhana untukmu

yang telah kurajut dengan benang-benang kesetiaan

Dan kujalin indah hingga kau kujelang

Pada waktunya kelak

Kita songsong cakrawala membuka tirai pagi

Dengan terik sinarnya yang menyejukkan hati

Lalu biarkan aku membawamu terbang

Menyusuri pelangi dan melintasi mega

Sambil kubisikkan lirih ditelingamu:

“Aku tak akan berhenti mencintaimu”

Haruskah Aku menangis..????

Haruskah aku menagis pilu untuk semua tingkahmu ini??
Jujur…
Hatiku pedih
Batinku meradang
Tapi apa yang bisa aku lakukan
Mungkin memang benar t’lah ada orang lain dihatimu
Haruskah aku marah dan mencacimu?
Tapi apa gunanya semua itu
Semuanya t’lat terjadi
Kamu tlah melukai perasaanku
Andaipun apa yang aku pikirkan benar
Aku hanya bisa mengantarmu pergi dengan tersenyum getir
Aku hanya bisa berusaha ikhlas walau batinku tidak rela
Aku hanya bisa menatap kepergianmu dengan luka yang sanggup membuat jalanku jadi terseok
Aku hanya bisa berucap semoga kamu bahagia dengan pilihanmu memperlakukan aku seperti ini
Semoga aku bisa berdamai dengan keadaan
Seiring berjalannya detak jam yang terus berpacu
Menerima semua kegetiran ini

Bahagialah kamu
Jalani apa yang membuatmu bahagia
Tapi satu pintaku
Biarkanlah aku berlalu dari hadapanmu
Berjalan tanpa memandang kebelakang
Berjalan tanpa melihat kamu lagi
Kabulkan pintaku
Untuk tetap terlihat tegar dalam perasaan yang telah hancur ini..

Kunang- Kunang

aq adalah kunang-kunang...
dalam gelap aq terang...
dalam malam aq terbang...
dan kw adalah senja q..
karna kw...aq ada...
karna senjamu...aq abadi...
walau aq hanya kunang-kunang...
tapi aq kan slalu menerangi malam-malam mu yang gelap...
walau cahaya q sedikit...
tapi aq slalu ada untukmu...

sebuah kenangan

Tatapan sendu sinar sang rembulan
Menyapa menghadirkan kenangan lama
Yang mulai terbayang di angan
Seribu senyum yang pernah hilang
Malam ini tersungging kembali...
Meski masih nampak wajah murung
Seolah berecerita tentang sebuah hati
Yang pernah berbalut asa
Namun juga menorehkan luka berkejaran
Menangisi penantian serta pengorbanan
Yang sia-sia karena keangkuhan jiwanya....
Dalam harian kisah cinta pertama....
Bibir masih membisu
Melukiskan hati yang lelah .....
Namum tatapan mata ini
Masih menebarkan sejuta indahnya
Cinta sejati....
Membaca dalam letih di kegelapan
Diam namun berbisik
Aku masih ada.....



Tiada niatan hati untuk melukai
Hati tulus tak berdaya, banyak berprasangka, semuanya dikarenakan
Cinta
Aku duduk disini, termangu-mangu seperti orang bodoh
Aku tetap mengandalkan cintamu yang suci murni
Hatiku masihlah tetap, orang yang mencintaimu masih
Tetap disini
Bersusah payah menanti, ingin menangis tak bisa keluar
Air mata

Tiada niatan hati untuk melukai, kau seharusnya
Mengerti
Cinta banyak celahnya, mudah sekali untuk terluka
Saling percaya saling mencintai adalah satu-satunya
Cara yang benar
Penyerahan pada dirimu kesemuanya tersimpan di
Dalam hati
Aku senantiasa menyayangi, mana mungkin
Melupakan

Ketulasan hati masihlah tetap ada bersamamu, selamanya
Takkan berpisah
Di kehidupan ini hanya ingin mencintaimu saja
Bersamamu dirimu, hanya menunggu demimu, cinta suci itu murni
Cinta itu tanpa dendam
Jika tak meras peduli, tak mungkin meraskan sakit
Aku sungguh sangat bodoh, tak mengerti untuk
Menyayangimu



Mendung di langit hatiku
Menggantungkan titik-titik air
Air mata kesedihan
Sanggupkah?
Mendung ini menahannya?
Agar tidak menjadi hujan?
Aku tidak dapat menjawabnya
Hanya mentari hatiku yang bisa menjawabnya



Baru kusadari kalau aku kehilangan
Terbangun dari tidurku
Dan merasakan sepi
Kulihat api dan hujan bagaikan diriku
Dan dirimu
Sepertinya kau tak sama
Dengan diri ini
Namun ku yakin
Kau kembali untukku
Aku yakin kau milikku
Untuk selamanya disisiku


Siapa yang mematikan siangku?
Terpasung sendiri. Sunyi
Tak ada lagi warna yang mendekat
Tak ada lagi noda yang menghibur
Siapa yang menusuk malamku?
Tak punya mimpi
Mati, tercecer
Bulanku sakit
Siapa yang memecahkan hariku?
Jahat. Pengecut. Tak tahu diri
Siapa yang menghilangkan duniaku?
Terikat satu-satu
Menggelinding tanpa rem
Tenggelam, retak
Siapa yang mengambil cintaku?
Kamu???


Aku kehilangan senyap yang kauciptakan
Saat kita berdua saling menyentuh dengan pikiran
Senyap yang tak kan pernah jadi sepi
Karena mata tetap bicara
Tuturkan rindu yang kurasa
Aku kehilangan seorang hawa
Puja aku....
Cintai aku....
Agar teras kau mengintai di balik bayangku

********************************************************

Kasih, izinkan aku untuk merangkulmu
Walau tubuh ini tak layak untuk layak
Biar kusemayamkan sepenuh cinta yang tak bertahta
Bukti pujaanku kepada yang tercinta
Kasih, kumohon terimalah pujianku
Dalam setiap helaan dan detakan jantungku
Agar bila saatnya nanti
Tubuhmu siap menyongsongku
Kasih, izinkan aku menghadirkan cinta tak bertahta
Bukan sebuah ilusi yang biasa
Seperti trik dan logika sang pesulap
Tapi suatu yang indah dan hakiki
Kasih, biarkan aku mencintai
Dengan seluruh alunan hidupku
Dan tidak sedikit pun mengurangi
Cinta tak bertahta yang kujanjikan

Kenangan.....

apa yg kita ingat dari kenangan" yang terekam oleh kita adalah hal yg bisa mungkin lambat laun bisa terlupa..
tapi tidak dengan rasa..!!!
hmm........
rasa senang,rasa sedih,yg akan terus kita bawatanpa mudah tercecer disepanjang perjalanan kita..
dan semakin kita dwasa semakin kita menyadari bahwa diantara kenangan" tersebut, ada satu rasa yg yg paling besar yaitu CINTA..
krna ketika satu persatu cerita berhenti dan menjadi knangan, cinta terus bergerakseiring harapan yg menyertai dia..
cinta yg terlihat oleh mata, tak teraba oleh tangan, dy ada sejak kita...bahkan belum bisa mengucapkannya...

Aku adalah..........

aku adalah legenda...
demikian angin mengabarkan cerita..
lewat gemerisik dedaunan dan ranting..
mereka bertutur tentang warna hijau yg pudar..
konon aku mengambil serpihan warna hijau dalam lengkung pelangi...
sebagai serat untuk benang bordiran kebaya..
mereka mungkin lupa...
aku adalah alam...
maka kuciptakan warna dengan sentuhan jemariku...
hijau kudapat dari keteduhan dan kesetiaan...
bukankah perempuan ditasbihkan untuk mengabdi...???
karna para pentashbih adalah kaum lelaki...

4 Lilin

da 4 lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Lilin Yang pertama berkata:
“Aku adalah Damai
Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Lilin Yang kedua berkata:
“ Aku adalah Iman
Sayang aku tak berguna lagi.
Manusia tak mau mengenalku,
Utnuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
Aku adalah Cinta
Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.
Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.
Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“ Ekh apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
“Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
Akulah HARAPAN”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….
…dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!!!

hadir MU

Hari berganti hari
Siang malam ku selalu ingat kamu
Sejak melihatmu
Hidupku begitu bahagia

Entah mengapa bayangan wajahmu
Begitu membuat diriku tak berdaya
Setiap kutatap matamu
Jantungku berdetak sangat cepat

Apa ini cinta?
Atau hanya perasaan sesaat saja?
Entahlah...
Ku tak dapat menjawabnya
Biarlah ini semua berjalan apa adanya

sebuah kenangan

Tatapan sendu sinar sang rembulan
Menyapa menghadirkan kenangan lama
Yang mulai terbayang di angan
Seribu senyum yang pernah hilang
Malam ini tersungging kembali...
Meski masih nampak wajah murung
Seolah berecerita tentang sebuah hati
Yang pernah berbalut asa
Namun juga menorehkan luka berkejaran
Menangisi penantian serta pengorbanan
Yang sia-sia karena keangkuhan jiwanya....
Dalam harian kisah cinta pertama....
Bibir masih membisu
Melukiskan hati yang lelah .....
Namum tatapan mata ini
Masih menebarkan sejuta indahnya
Cinta sejati....
Membaca dalam letih di kegelapan
Diam namun berbisik
Aku masih ada.....

ku Jera

Saat cinta tak diterima hati… Saat kata tak lagi berarti… Baiknya aku pergi… Tanpa mengenangnya lagi… Tak perlu nada lirih… karena hanya menambah perih… Bukannya aku mencoba berlari… Tapi hanya ingin menyendiri… Tak ingin lagi mencintai… Bila hanya kan melukai… Asmara… Ku jera…

BiLa SaJa


Bila saja angin dapat membawa irama cinta ini padanya, mungkinkah dia dapat memahami besarnya rasa sayang, yang masih tersimpan olehku hingga kini. Bila saja dia mau memberi aku sedikit kesempatan lagi, dapatkah aku mendapatkan utuh hatinya, atau hanya sepuing saja yang dapat ku raih? Bila saja aku wanita yang mudah untuk berpaling, mungkinkah ada pangeran lain yang kan hadir dalam hidupku ini? Bila saja tak terlanjur ada cintaku untuknya, mungkin saja hidupku lebih bahagia, tetapi mungkin...

JANGAN PERNAH......

Jangan pernah mengatakan kamu sayang padaku..
jika hal itu tidak dari hatimu...
jangan pernah berikan cinta itu padaku..
jika kamu tidak memilikinya...
jangan pernah memberikan harapan...
jika kamu tak mampu memenuhinya...
jangan membuat diriku jatuh cinta..
jika kw hanya ingin membuat hatiku terluka...